Guru Madrasah Siap Antarkan Heri Purnama ke Senayan

Guru Madrasah Siap Antarkan Heri Purnama ke Senayan
Pengurus dan anggota PGM (Persatuan Guru Madrasah) Kabupaten Sukabumi siap mewujudkan ‘Saatnya Madrasah Bangkit di Tahun 2019

Wartawan Muzayin Aripin

Peluang caleg DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI, H. Heri Purnama, M.Pd.I. untuk melenggang ke gedung parlemen di Senayan, Jakarta cukup besar. Ketua Umum DPW PGM (Persatuan Guru Madrasah) Provinsi Jawa Barat ini mendapat dukungan penuh dari para guru madrasah yang bertugas dan berkhidmat di seluruh Tatar Sunda. Namanya sangat dikenal di kalangan ustadz dan santri di senatero Jawa Barat.

“Pak Heri kami usung untuk menjadi anggota legislatif di tingkat pusat dengan harapan ada wakil rakyat di Senayan yang memperjuangkan perbaikan nasib guru dan pendidikan di madrasah,” kata Ketua DPD PGM Kabupaten Sukabumi, Ferri Setiawan, S.Pd.I., M.Pd.I. kepada wartawan, Selasa (5/3/2019).

Karena PGM tidak berafiliasi pada salah satu kekuatan politik, ujar Ferri, usungan dan dukungan untuk Heri yang paling pas adalah melalui jalur nonpartai atau independen. Karena itu langkah politik yang tepat adalah mendorong Heri maju ke ajang perebutan kursi DPD RI. 

“Kami mendeklarasikan dukungan kepada Pak Heri pada 25 April 2018. Sesuai asas domisili, beliau maju dari daerah pemilihan Provinsi Jawa Barat,” jelas Ferri.

Pencalonan Heri merupakan bagian dari visi besar PGM untuk mewujudkan ‘Saatnya Madrasah Bangkit di Tahun 2019’. Selama ini eksistensi pendidikan madrasah di Indonesia belum mendapatkan perlakuan yang setara dengan pendidikan formal lainnya yang berada di bawah Kemendikbud.

“Padahal keberadaan madrasah yang di dalamnya ada ustadz dan santri merupakan pelopor kemerdekaan Indonesia dan ikut mendirikan serta menjaga NKRI,” kata Ferri.

H. Heri Purnama, M.Pd.I

Begitu juga halnya dengan tingkat kesejahteraan guru madrasah yang sampai sekarang masih di bawah standar kelayakan, baik di madrasah formal maupun nonformal seperti MDTA (madrasah diniyah takmiliyah awaliyah). Bahkan  ada guru honor madrasah yang pendapatannya di bawah Rp200 ribu perbulan. “Tahun 2019 adalah moment yang tepat untuk madrasah bangkit dan bergerak bersatu bersama menyuarakan aspirasi dan suaranya dengan cara memiliki keterwakilan di parlemen pusat, provinsi, maupun daerah. Salah satunya Ketua DPW kami yang akan kami kawal kemenangannya,” ungkap Ferri. (*)

Sumber berita: Pelita Sukabumi

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below